Kendari (ANTARA) РBadan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2021, di Kantor BKKBN Sultra, Kamis.

Kegiatan ini berlangsung secara Virtual karena COVID-19, dibuka oleh asisten III Sultra, La Ode Mustari, mewakili Gubernur Sultra, Ali Mazi, diikuti Oleh suluruh Kepala OPD KB dari 17 Kabupaten Kota se Sultra, para Mitra Kerja dan para Penyuluh KB se Sulawesi Tenggara yang diperkirakan hadir secara Virtual sebanyak 300 Orang.

“Kegiatan ini merupakan suatu usaha dalam rangka menyukseskan program nasional berupa Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana yang menjadi tugas, fungsi, tanggung jawab kita dalam rangka memberikan andil dalam mensejahterakan masyarakat,” kata Mustari.

Dikatakan, program Pembangunan Keluarga ,Kependudukan, dan Keluarga Berencana merupakan urusan wajib pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kependudukan pada seluruh dimensinya harus menjadi titik sentral pembangunan berkelanjutan agar setiap penduduk dan generasi mendatang dapat hidup sehat, sejahtera dan produktif dengan adanya keharmonisan dengan lingkungannya,” ujarnya.

Keluarga berencana kata dia, menjadi investasi strategis untuk memastikan generasi masa depan, untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

“Menjalankan program kependudukan dengan baik merupakan upaya mewujudkan keluarga sejahtera, sebagai langkah untuk menghadirkan sumber daya berkualitas. Fakta membuktikan, kesuksesan program kependudukan berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sultra, Asmar, melaporkan bahea pelaksanaan Rapat Koordinasi ini, dalam rangka merumuskan langkah-langkah percepatan penyelenggaraan program Bangga Kencana di Sultra, dan untuk mengevaluasi seberapa jauh keberhasilan maupun ketidak berhasilan pencapaian program Bangga kencana tahun 2020 terhadap sasaran yang telah ditetapkan.

“Secara umum capaian program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga di Provinsi Sulawesi Tenggara, tentu berjalan dengan baik. Namun angka kelahiran total atau Fertility Rate (TFR) masih pada angka: 2,89, sehingga dipelukan kerja ekstra untuk tahun 2021 ini,” katanya.

Selain itu katanya, penggunaan kontrasepsi moderen ( CPR ) sebesar 50,6 persen, kebutuhan KB yang tidak terpenuhi masih pada angka, 16,8 persen dari target nasional sebesar 12,22 persen.

“Sedangkan untuk capaian Program Bangga kencana tahun 2020 yakni 98,10 Persen dari target 73.654 peserta KB baru. Kemudian target peserta KB baru tahun 2021 di Sultra sebanyak 70.207 orang,” pungkasnya.