BKKBN Kick Off Kolaborasi Cegah Stunting

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID – Untuk mewujudkan penurunan stunting di Indonesia, BKKBN terus berkolaborasi dengan lembaga lainnya melakukan upaya penanganan. Seperti yang dilakukan Senin (8/7/2022) dilakukan kegiatan Kick Off Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting itu bertema ‘Kolaborasi Demi Anak Negeri untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju’. Dalam kegiatan yang berlangsung di Graha Puri Ardhya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur itu, ditandai dengan penandatanganan MoU antara kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto wardoyo dengan panglia TNI Jenderal Andika Perkasa dan Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ny. Hetty Andika Perkasa.

Kegiatan ini juga ditandai dengan peluncuran ‘Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil Untuk Generasi Emas Indonesia. Di sultra 35 orang menigkuti kegiata secara virtual melalui aplikasi zoom. Kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyampaikan, permasalahan stunting yang merupakan salah satu bagian dari Double Burden malnutrinition (DBM) mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurutnya saat ini, 1 dari 4 Balita Indonesia tergolong stunting atau sekitar 24,4% (SSGI2021). Pemenuhan gizi pada balita stunting & calon pengantin merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting & Calon Pengantin merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting & mengoreksi balita stunting. Hal ini juga sebagai upaya meningkatkan awareness masyarakat, diperlukan satu bentuk kegiatan kolaborasi yang komprehensif dengan mengajak berbagai pihak dan mitra kerja seperti TNI,  Polri, tokoh perempuan dan organisasi wanita, yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat, untuk melakukan sosialisasi, advokasi dan KIE cegah stunting. “Saat ini angka stunting mencapai 24,4%. Sementara setiap tahunnya, ada 4,8 juta ibu hamil dan melahirkan di Indonesia. Sehingga hampir 1,2 juta stunting hampir setiap tahun terjadi, apabila kita tidak ada tindakan terhadap peristiwa kelahiran dan persalinan ini, “Rinci Hasto.

Menurutnya, stunting disebabkan oleh beberapa hal. Seperti suboptimal nutrition, yaitu kurangnya asupan makanan bergizi khususnya protein hewaani. Suboptimal health dan suboptimal parenting. “Sehingga peningkatan kesadaran masyarakat terhdap stunting ini, juga harus berkolaborasi dengan berbagai sektor termasuk jajaraaan TNI-Polri dan swasta,”jelasnya.

Peran dari pada TNI dan polri serta tokoh masyarakat menurutnya sangat dibutuhkan, sehingga BKKBN berkolaborasi dengan jajaran TNI-Polri, merpakan program strategis guna menurunkan stunting. (Adv)

 

 

Sumber: https://kendaripos.fajar.co.id