Tangkal Stunting, Pemkab Buton Bentuk Dapur Umum Untuk Atasi Stunting

BUTON, FAKTASULTRA.ID – BKKBN Provinsi Sultra bersama BKKBN Buton membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) pada 25 desa di Kabupaten Buton.

Sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan BKKBN dalam upaya penurunan kasus stunting adalah melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif berupa pemberian makanan yang berasal dari bahan pangan lokal.

“Dengan adanya Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di kampung Keluarga Berkualitas (kampung KB) masyarakat akan dilatih membuat makanan sehat berbahan dasar ikan yang menjadi penghasilan warga khususnya di Desa Wasampela ini,” ujar auditor BKKBN provinsi sultra Saida ketika ditemui di Desa Wasampela Kecamatan Wabula, Buton, Selasa (13/09/2022).

Dia menjelaskan tujuan didirikannya dapur umum di Kampung KB untuk memberikan pengetahuan pemahaman kepada masyarakat bagaimana mengelola dapur yang sehat untuk makanan anak-anak sehingga disukai anak-anak.

“Hari ini kita sosialisasi memberikan pengetahuan, besok itu akan dilakukan praktek seperti apa pemanfaatan ikan, diolah sehingga anak-anak itu tertarik untuk makan ikan,”beber Saida lagi.

Untuk Kabupaten Buton lanjutnya ada 3 daerahlokus yang dikunjungi BKKBN provinsi yakni di Wasampela, Bajo Bahari, dan laburunci.

Dia berharap melalui DASHAT di Kampung KB akan bersinergi dengan program pemerintah lainnya untuk menurunkan stunting di Buton pada tahun 2045 menjadi 14 persen.

“Saat ini Buton pada posisi 33%”, tandas auditor BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Warga Desa Wasampela ketika menghadiri Sosialisasi pemberdayaan masyarakat di Kampung Berkualitas, Selasa(13/09)

Sementara itu Kepala BKKBN Buton Drs Asruddin mengatakan kegiatan yang digelar di Desa Wasampela Kecamatan Wabula merupakan sosialisasi pemberdayaan masyarakat di kampung KB dalam rangka percepatan penurunan stunting.

“Ini kegiatan Provinsi dan kami di BKKBN Buton, Camat dan Kades memback up dengan harapan melalui pemberdayaan masyarakat dapan merubah pola pikirnya,” imbuhnya.

Untuk itu lanjut dia, yang dilibatkan pada sosialisasi pemberdayaan masyarakat tersebut kelompok kegiatan yang ada di kampung KB, masyarakat desa, bhabinkamtibmas, Babinsa, PKKBD.

Dia berharap dengan kegiatan yang digelar angka stunting di Buton dapat diturunkan utamanya pada 25 desa yang mejadi lokus stunting di Kabupaten Buton.

Sementara itu Kapus Wabula Udin Ema S.Km ketika memberikan arahannya menyampaikan agar masyarakat desa merubah pola pikirnya utamanya dalam menjual hasil ikannya.

“Masyarakat rata-rata berprofesi sebagai nelayan, kalau dapat ikan besar jangan dijual semuanya namun dimakan juga utamanya untuk pertumbuhan anak-anak,” ujarnya

Dijelaskannya ada 31 anak yang menjadi sasaran stuting di Desa Wasampela dengan merubah pola pikir masyarakat dalam memberikan nutrisi kepada anak mudah-mudahan dapat mencegah stunting.

“Berikan makanan sehat untuk anak-anak, ada ikan, cipou, duri babi, semua ada di laut Desa Wasampela,” katanya lagi.

Namun katanya sejak dari dalam kandungan perlu memberikan nutrisi bagi ibu hamil hingga 1000 hari kelahiran anak agar tidak terjadi stunting. Stunting  bisa diobati dengan memperhatikan nutrisi anak.

Kegiatan juga dihadiri Kades, Camat Wabula Ismail S.Ip, jajaran BKKBN Buton, perangkat desa Wasampela, Dokter di Puskesmas Wabula Dr Sumardiani.

 

Sumber: https://faktasultra.id