Sasar 17 Kabupaten/Kota, BKKBN Sulawesi Tenggara Gelar Sejumlah Kegiatan Edukasi

MUNA BARAT, SULTRAKU.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara turunkan beberapa kegiatan di 17 kabupaten/kota.

Kegiatan ini digelar di Aula Islamic Center, Desa Ondoke, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Dihadiri oleh beberapa remaja perwakilan dari SMP maupun SMA, serta para ibu Rumah Tangga.

Kepala Koordinator Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sulawesi Tenggara, Sudirman menyampaikan, ada tiga kegiatan yang diturunkan, yakni pendampingan pelaksana edukasi bagi remaja, pengembangan ekonomi keluarga dan internalisasi pengasuhan balita dalam percepatan penurunan stunting.

Ini sudah 12 kabupaten kegiatan BKKBN digelar, dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara, selanjutnya akan ke kabupaten lainnya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, tujuan dari kegiatan itu selain dari pencegahan stunting. ini juga dapat memberi edukasi bagi para remaja dalam penerapan pola hidup sehat dan bersih.

“Kita dari BKKBN memulai dari hulu, yakni pada remaja bagaimana memberi edukasi kepada mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Bidang Pengendalian, penyuluhan, penggerakan BKKBN Muna Barat, Nani Suarni menyampaikan, tujuan dengan adanya kegiatan ini, di mana salah satunya mengenai perilaku bersih hidup dan sehat, untuk mengajak masyarakat paham akan hal tersebut, sebab ini berkaitan erat dengan stunting.

“Kita ajarkan apa itu PHBS dan Alhamdulillah mereka telah paham setelah diberi materi,” ungkapnya.

Mengingat stunting saat ini menjadi program nasional yang harus dicanangkan oleh tiap kabupaten. Maka ia menyampaikan 10 poin perilaku hidup bersih dan sehat kepada peserta.

10 poin PHBS  itu yakni, persalinan wajib ditolong oleh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, misalnya di puskesmas dan di rumah sakit, pemberian ASI eksklusif, karena ini penting bayi yang berusia 0-6 bulan hanya boleh diberikan ASI tanpa makanan lainnya.

“Dalam ASI ekslusif  ada namanya kolostrum , di mana 1 sampai 3 hari pasca melahirkan  yang berwarna kekuningan jangan dibuang karena  itu zat antibodi yang penting bagi bayi,” tuturnya.

Kemudian semua bayi balita  sampai berumur 5 tahun wajib ditimbang di posyandu  untuk mengetahui tumbuh kembang bayi keempat,wajib menggunakan air bersih , pemanfaatan jamban bersih, makanan sehat yakni seimbang antara karbohidrat, protein dan vitamin, aktivitas fisik juga tak kalah penting,pencegahan jentik nyamuk,serta jangan merokok di dalam rumah.

“Dalam pencegahan jentik nyamuk ada 3 M tambah 1 M (menguras,mengubur,membakar,dan menghindari gigitan nyamuk ),”terangnya.

Kemudian salah satu perwakilan SMAN 1 kusambi, Novianti, turut mengapresiasi  dengan adanya kegiatan ini, jadi ia dapat memahami hal apa yang harus dihindari  para remaja, misalnya seks bebas, pernikahan dini dan narkoba.

“Dengan begitu kami tahu dampak negatif yang akan kita dapatkan ketika melakukan tiga hal tersebut, ini juga menjadi wadah belajar untuk memperbaiki diri,”ujarnya.

Sehingga harapannya, kedepannya ia dapat menjadi panutan bagi remaja ataupun teman sebayanya.

 

Penulis:Putri Wulandari

Editor : kardin

Sumber:https://sultraku.com